Apples Weekly #2: Jeruk
Hanya ada jeruk di kulkas. Aku sedang memikirkan itu saat sebuah motor melesat di sisi lain jendela mobilku.
Motor berikutnya melewat saat aku memikirkan ada apa selain jeruk di dalam kulkas. Aku lapar dan aku cuma punya jeruk di kulkas, tapi kulkas juga diisi oleh anggota keluarga lain, kan. Kalau tidak salah, saat berangkat tadi siang ada roti di kulkas...
Lagi-lagi roda dua hampir menyerempetku. Aku mendesah dan mengarahkan mobilku sedikit lebih ke kiri. Selain kantuknya, aku juga benci ini dari giliran jaga malam: pulang pada jadwal balap liar.
Showing posts with label apples weekly. Show all posts
Showing posts with label apples weekly. Show all posts
Saturday, June 7, 2014
Saturday, May 24, 2014
Tentang Seseorang yang Tidak Sempat Memakan Apelnya Pagi Tadi
Apples Weekly #1: Makan Apel
Bangun kesiangan, terburu-buru berangkat ke kantor, aku bahkan lupa membawa apel yang semestinya kumakan sambil menunggu kereta api. Aku sudah mencucinya, lalu entah bagaimana tertinggal di meja. Lalu aku sadar penyerantaku juga tidak ada di saku maupun tas.
Beginilah nasib bujangan, tidak ada yang mengingatkan untuk membawa apa-apa, apalagi memberiku cium selamat pagi.
Tapi kesendirianku akan berakhir bulan depan. Karena itulah aku pindah ke rumah yang sedang kucicil, meninggalkan kosan yang berjarak lima menit jalan kaki dari kantor.
Teringat cincin yang kusimpan di lemari kamar membuatku tersenyum sendiri. Untung kereta sedang memasuki stasiun, jadi perhatian semua orang tertuju kepada ular besi itu.
Bangun kesiangan, terburu-buru berangkat ke kantor, aku bahkan lupa membawa apel yang semestinya kumakan sambil menunggu kereta api. Aku sudah mencucinya, lalu entah bagaimana tertinggal di meja. Lalu aku sadar penyerantaku juga tidak ada di saku maupun tas.
Beginilah nasib bujangan, tidak ada yang mengingatkan untuk membawa apa-apa, apalagi memberiku cium selamat pagi.
Tapi kesendirianku akan berakhir bulan depan. Karena itulah aku pindah ke rumah yang sedang kucicil, meninggalkan kosan yang berjarak lima menit jalan kaki dari kantor.
Teringat cincin yang kusimpan di lemari kamar membuatku tersenyum sendiri. Untung kereta sedang memasuki stasiun, jadi perhatian semua orang tertuju kepada ular besi itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
life
(37)
hobby
(22)
movie
(21)
review
(20)
GRE
(16)
poem
(12)
study
(12)
work
(11)
game
(8)
social
(8)
translation
(7)
business
(6)
dream
(6)
economy
(6)
novel
(6)
music
(5)
Facebook
(3)
friendship
(3)
linguistics
(3)
manga
(3)
marketing
(3)
self-actualization
(3)
IELTS
(2)
language
(2)
money
(2)
culture
(1)
gender
(1)
leadership
(1)
literature
(1)
name
(1)
peace
(1)
