Saturday, October 4, 2014

Sindrom Asperger

For a reason, I translated some articles about Asperger's Syndrome to Indonesian (with a few adjustments). I simply think posting them will help some Indonesian parents who can't read English very well. If you are the owners of the articles and you want me to remove this post, please tell me.




http://www.webmd.com/brain/autism/tc/aspergers-syndrome-home-treatment
Sindrom Asperger – Penanganan di Rumah

Cara terbaik Anda bisa merawat anak Asperger adalah dengan belajar tentang sindrom Asperger dan menyediakan lingkungan rumah yang mendukung dan penuh kasih sayang. Ingatlah bahwa anak anda, sama seperti semua anak lain, mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, serta membutuhkan dukungan, kesabaran, dan pengertian sebanyak yang bisa Anda berikan.

Dengan Anda belajar tentang keadaan dan kemungkinan apa saja yang dialami oleh penderita Asperger, Anda bisa sangat membantu anak Anda memupuk kemandirian dan keberhasilan di luar rumahnya. Belajarlah tentang sindrom Asperger dengan berbicara dengan dokter atau menghubungi yayasan Asperger. Dengan belajar mengenai Asperger, Anda sekeluarga bisa mengurangi stres dan membantu anak Asperger berhasil dalam hidupnya.

Strategi Umum
Anak-anak sindrom Asperger terbantu oleh keteraturan makan, pekerjaan rumah, dan jam tidur. Mereka juga menyukai peraturan spesifik, dan konsistensi mengurangi stres dan kebingungan bagi mereka.

Anak-anak sindrom Asperger paling cocok dengan pengajaran secara verbal. Pengajaran secara langsung, ringkas, dan lurus juga membantu mereka.

Anak-anak sindrom Asperger sering bermasalah memahami “kerangka besar” dan cenderung melihat keadaan per bagian alih-alih secara keseluruhan. Karena itulah mereka sering terbantu dengan pendekatan pengajaran sebagian-lalu-menyeluruh, dimulai dari sebagian dari sebuah konsep lalu mengembangkannya dengan hal-hal yang juga tercakup dalam konsep itu.

Bantuan visual, termasuk jadwal dan materi tertulis lainnya yang menjadi alat bantu mengelompokkan pelajaran, mungkin diperlukan.

Waspadai bunyi yang mengganggu, seperti detik jam atau dengung mesin, karena bisa mengalihkan perhatian anak sindrom Asperger.

Anak-anak sindrom Asperger sering kali terlambat dewasa. Jangan harapkan mereka untuk “berperilaku sesuai umur.”

Carilah pemicu stress bagi mereka dan hindarkan. Persiapkan anak terlebih dulu untuk menghadapi situasi sulit, dan ajari cara untuk mengatasinya. Misalnya, ajarkan cara menghadapi perubahan atau situasi baru.


Strategi untuk mengembangkan keterampilan sosial
Anak Anda mungkin tidak memahami norma dan aturan sosial yang lebih mudah ditangkap sendiri oleh anak-anak lain. Jelaskan dengan terang mengapa perilaku tertentu diharapkan dari seorang anak, dan ajarkan aturan perihal perilaku itu.

Dorong anak Anda untuk belajar tentang cara berinteraksi dengan orang lain dan apa yang harus dilakukannya ketika diajak berbicara, juga jelaskan kenapa hal itu penting. Seringlah memujinya, terutama ketika dia menggunakan keterampilan sosial tanpa disuruh.

Latihlah dengan melakukan kegiatan, seperti permainan atau sesi tanya-jawab, yang memerlukan pergantian giliran atau menempatkan diri kita di posisi orang lain.

Bantu anak Anda memahami perasaan orang lain dengan bermain peran dan mengamati dan membahas perilaku manusia yang terlihat di film atau televisi. Berikan contoh kepada anak Anda dengan menceritakan macam-macam perasaan Anda sendiri dan reaksi Anda terhadap perasaan itu.

Ajari anak Anda car amembaca dan menanggapi tanda-tanda dari orang lain. Beri dia “stok” kata-kata yang bisa dia gunakan dalam berbagai situasi sosial, seperti ketika diperkenalkan kepada orang lain. Anda juga bisa mengajarkan cara berinteraksi dengan bermain peran bersama anak Anda.

Bina kebersamaan dengan orang lain, terutama apabila anak Anda cenderung penyendiri.

Ajari anak Anda tentang ruang publik dan ruang pribadi, jadi dia tahu apa yang semestinya dilakukan dalam kedua keadaan itu. Misalnya, memeluk orang lain tidak pantas dilakukan di sekolah, tapi boleh dilakukan di rumah.


***


http://www.yourlittleprofessor.com/how-to-advocate-for-your-child-with-aspergers/
oleh Meghan Vivo

Anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti Asperger memerlukan bantuan dan akomodasi yang tepat agar mereka berhasil di sekolah negeri. Tapi pada praktiknya sering kali orang tua harus menyadari apabila sekolah tidak membantu anak mereka sehingga orang tua harus berbicara agar kebutuhan anak mereka terpenuhi. Kadang-kadang itu berarti orang tua harus menuntut sekolah untuk memenuhi kebutuhan anak mereka.

Tips untuk Orang Tua dengan Anak Asperger
Apabila anak Anda tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau pantas dapatkan di sekolah, Shriver-Blake memberikan usul-usul sebagai berikut.

Cari tahu apa saja kebutuhan anak Anda
Sebagai orang tua, Anda yang paling tahu apa yang terbaik untuk anak Anda. Terlibatlah dalam pendidikan anak Anda sehingga Anda mengetahui sumber kesulitan mereka, apakah itu perbedaan proses belajar, kegelisahan dalam pergaulan, ditindas, atau bahkan memiliki tulisan tangan yang berantakan.

Cari alternatif dari sekolah negeri
Kadang-kadang membela anak Anda di sekolah negeri tidak cukup. Walau Anda sudah berusaha sebaik mungkin, sekolah negeri mungkin tidak bisa memenuhi kebutuhan anak Anda. Dalam situasi seperti ini, banyak orang tua mendaftarkan anak mereka ke sekolah khusus untuk anak-anak dengan kelainan cara belajar atau kebutuhan khusus.

Apabila Anda sedang mencari sekolah baru untuk anak Asperger, pertanyaan-pertanyaan berikut ini harus Anda ajukan.
·        Apakah guru-gurunya terlatih untuk menghadapi anak-anak Aspserger?
·        Berapa IQ rata-rata murid di sana?
·        Apakah kebanyakan siswa bersekolah di sana akibat masalah perilaku?
·        Berapa perbandingan siswa dan murid di kelas?
·        Bagaimana cara anak dievaluasi di sana?
·        Bagaimana guru mengatasi perilaku anak yang mengganggu kelas?
·        Apakah guru dan staf sekolah itu memperlakukan anak sebagai manusia atau siswa?


Anak Asperger cerdas dan mampu mandiri. Tapi saat masih anak-anak, dia mungkin tidak tahu cara mendapatkan perlakuan pendidikan khusus yang dia perlukan. Bersuaralah untuk anak Anda, agar mereka tumbuh dengan mengetahui apa yang mereka butuhkan dan cara mendapatkannya.

***


http://www.yourlittleprofessor.com/when-your-aspergers-child-is-a-picky-eater/

Karena mereka peka terhadap bau, suhu, rasa, dan tekstur, anak-anak Sindrom Asperger sering pilih-pilih makanan. Sebagian anak hanya mau makanan dengan warna atau tekstur tertentu. Mereka sering menyukai rasa yang sangat pahit atau sangat berbumbu. Sebagian anak lain sangat suka mengunyah, jadi mereka menggigiti pulpen, pensil, atau kadang-kadang pakaian.

Anak Asperger kadang-kadang punya masalah pencernaan seperti asam lambung, cegukan, diare, muntah, atau sembelit. Mereka rentan terhadap penyakit celiac (intoleransi gluten), yang disebabkan oleh kekurangan serapan gizi tertentu. Penyakit ini merusak sistem pencernaan. Anak Asperger sering menderita dermatitis herpetiformis, yang menyebabkan ruam kulit dan usus terluka. Gluten juga dapat memperparah gejala perilaku bagi anak Asperger yang rentan gluten.

Ini adalah tantangan bagi orang tua untuk memastikan anak Asperger mendapatkan gizi yang tepat. Satu cara mengakali anak Asperger adalah mengubah tekstur makanan yang tidak disukainya. Apabila anak Anda tidak mau makan biji-bijian, cobalah menjadikannya sup. Apabila dia tidak mau minum jus buah, berikan dalam bentuk irisan. Apabila anak Asperger membuat peraturan “tidak boleh ada makanan di piringku”, itu bisa berlaku seumur hidup apabila orang tua tidak menyelaknya.

Satu terapi makanan yang menjanjikan adalah “diet bebas gluten dan bebas kasein”. Teorinya adalah anak Asperger tidak bisa mencerna kasein (produk susu) atau gluten (padi-padian). Benar bahwa molekul-molekul dari kasein dan gluten yang belum dicerna sering muncul dalam sampel urin mereka. Rantai asam amino ini (disebut peptide) memengaruhi fungsi neurologis dan dapat memperparah gejala Asperger. Peptide bahkan dapat menyebabkan kecanduan pada sebagian anak.

Orang tua memulai diet dengan menyapih anak dari kelompok makanan kasein atau gluten. Tidak ada gluten berarti tidak ada roti, jelai, gandum, pasta, olahan tepung terigu, tepung kanji, biscuit, sereal, kue, donat, pai, pretzel, pizza, roti garing, dan bahkan remah-remah yang menempel pada pemanggang roti. Anda bisa menggantinya dengan makanan bebas gluten. Berikutnya, Anda menyapih anak dari susu dan olahan susu, seperti keju, es krim, yogurt, margarin, puding, dan lain-lain. Apabila Anda menyapih anak dari susu dan olahannya, Anda perlu memberinya suplemen kalsium. Anda juga perlu mengurangi “makanan pemicu”, termasuk cokelat, pewarna makanan, kafein, dan mentega kacang.

Banyak orang tua percaya diet bebas gluten dan bebas kasein membantu anak-anak mereka. Ada juga orang tua yang memberikan terapi megavitamin, yaitu suplemen herba dan vitamin khusus untuk anak-anak Aspserger. Suplemen seperti itu sering mengandung kalsium, minyak ikan, omega 3-6-9, vitamin B-6, enzim HNI dan DMG atau dimetilglisin. Apabila Anda menggunakan diet dan terapi itu, Anda perlu mencatat seberapa sering anak Anda meledak atau menunjukkan perilaku lainnya. Dengan cara ini, Anda tahu apakah diet dan terapinya berhasil atau tidak.

Baru sedikit penelitian ilmiah untuk diet bebas gluten dan bebas kasein. Dalam sebuah penelitian selama tiga bulan terhadap 15 anak berusia 2-15 tahun, tidak ada perbedaan antara anak yang menjalani diet itu dan anak yang tidak menjalaninya. Sementara itu, peneliti di Loma Linda Medical Institute di California berkesimpulan bahwa diet itu membantu kognisi nonverbal anak. Akan tetapi, kita masih memerlukan penelitian-penelitan berikutnya untuk membuktikannya.

Di sisi lain, banyak orang tua sudah mencoba diet bebas gluten dan bebas kasein dan merasa hasilnya tidak sebanding dengan kerepotannya.


2 comments:

Please add your comment here. Thank you ^^

Labels

life (37) hobby (22) movie (21) review (20) GRE (16) poem (12) study (12) work (11) game (8) social (8) translation (7) business (6) dream (6) economy (6) novel (6) music (5) Facebook (3) friendship (3) linguistics (3) manga (3) marketing (3) self-actualization (3) IELTS (2) language (2) money (2) culture (1) gender (1) leadership (1) literature (1) name (1) peace (1)