Wednesday, February 18, 2015

The Novelist: Tidak Ada Pilihan Tanpa Pengorbanan

1 comment:



Pada akhir tahun 2013 terbit dua game indie yang menarik. Dalam hal apa? Bukan gameplay, bukan art, melainkan ceritanya. Di sini Anda sudah bisa menebak judul kedua game itu: The Novelist dan Gone Home. Saya membeli dua-duanya ketika sale, berbulan-bulan sesudah tanggal rilisnya. Bahkan, demi The Novelist saya membuat akun STEAM (dan terjerumus membeli game-game lain).

The Novelist adalah sebuah game yang sekilas mirip dengan Gone Home: kita menjelajahi sebuah rumah untuk mengetahui masalah yang dialami sebuah keluarga. Tapi sesungguhnya kedua game ini mempunyai perbedaan signifikan. Dalam Gone Home, kita berperan sebagai anggota keluarga yang sedang mengeksplorasi rumah. Dalam The Novelist, kita berperan sebagai hantu yang mengawasi keluarga yang tinggal di rumah yang ditungguinya.



Monday, January 19, 2015

Resep Makaroni Brokoli Mayones

2 comments:
Sebulan lalu fanpage komik Arigato Makaroni membuat lomba fanart (karya penggemar). Salah seorang teman saya, pemilik fanpage Cooking Mama Stall membuat infografis resep makaroni brokoli yang kelihatannya enak sekali. xD






Singkat cerita, saya ingin membuatnya. Saat membeli makaroni, saya melihat Mayumi (mayones) punya rasa baru: pedas. Jadi, cocok tidak cocok, saya merasa harus mencampurkannya dengan makaroni brokoli yang akan saya buat, huahahaha.


Bahan:
  • makaroni, satu porsi dua genggam
  • brokoli, potong kecil-kecil
  • keju kotak diparut atau keju lembar dipotong-potong
  • mayones
  • garam
  • lada hitam (bisa diganti merica)

Hari-hari Cumi-cumi

15 comments:

Beberapa hari lalu, karena sedang bosan dengan masakan warteg, saya pergi ke penjual sayur agar bisa masak sendiri. Sepertinya sudah waktunya saya coba masak sesuatu yang baru, jadi saya beli cumi-cumi... setengah kg (11 ekor cumi-cumi sedang). Banyak sekali, hahaha, semestinya saya beli seperempat kg saja. Yasudah, saya cari wadah untuk menyimpan cumi-cumi dan memasukkannya ke dalam laci kulkas. Saya mencari beberapa resep dan bertekad menghabiskannya dalam 3 hari, walau ternyata baru habis pada hari ke-4. Sebaiknya 2 hari saja cumi-cumi disimpan di kulkas, tapi 4 hari tidak apa-apa kok.

Beberapa hidangan cumi-cumi yang saya incar berdasarkan hasil pencarian dan usul teman-teman:
  • cumi masak hitam
  • nasi goreng hitam
  • sapo tahu seafood
  • spageti cabonara
  • calamari ring
  • bakwan dan peyek cumi-cumi
  • cumi-cumi asam manis
  • sayur tumis cumi-cumi

Tentu tidak semuanya berhasil saya masak. 11 cumi-cumi tidak cukup untuk memasak semua itu (kecuali dihemat banget ya), tapi sudah cukup membuat saya kewalahan (makan cumi-cumi sampai bosan). Untung pada dasarnya saya suka hidangan laut.

Saya belum pernah memasak binatang utuh. Selain malas membersihkannya, saya agak takut melihat matanya, haha.
A photo posted by Melody Violine (@melodyvioline) on

Saturday, January 10, 2015

Resep Sup Miso

4 comments:

Akhir tahun lalu ibu saya mendapatkan oleh-oleh dari tetangga yang pramugari berupa bumbu miso. Saya tahu sup miso adalah santapan sehari-hari orang Jepang, tapi belum pernah memakannya di sini. Ibu saya memasaknya dengan kacang merah dan otak-otak... sepertinya kurang cocok (tapi saya suka kacang merah dan otak-otak, jadi saya tetap makan banyak).



Saya bawa dua bungkus bumbu miso ke kosan dan mencari tahu sup miso yang sebenarnya seperti apa. Saya tidak bisa menemukan (atau kurang rajin mencari) bahan-bahan idealnya, jadi saya ganti-ganti sedikit, walau akibatnya sup miso saya menjadi agak "Indonesiawi", hehehe. Kebanyakan bahannya tidak ada di tukang sayur sih. Cara masak saya juga sepertinya tidak ideal, hahaha, tidak apa-apa, yang penting hasilnya enak di lidah sendiri.


Thursday, December 4, 2014

Harmoni: Aplikasi Karaoke Lagu Anak-Anak

No comments:
Apa yang terlintas oleh kita saat mendengar lagu Balonku, Heli, atau Bintang Kecil? Mungkin kita teringat masa kecil kita menyanyikan lagu-lagu itu di sekolah, di pesta ulang tahun teman, atau saat bermain bersama teman-teman di dekat rumah. Keceriaan masa kecil kita terekam bersama senandung lagu anak-anak ciptaan pengarang lagu legendaris seperti Ibu Soed, Pak Kasur, AT Mahmud, Daljono, dan Nomo Koeswoyo.

Kita ingin anak-anak atau adik-adik kita merasakannya juga. Tapi bagaimana dengan kecenderungan anak-anak masa kini yang lebih dekat dengan gadget, dan media yang menjangkau mereka terlalu banyak menyajikan konten musik untuk remaja dan dewasa? Saya menemukan aplikasi karaoke lagu anak-anak yang bernama Harmoni dapat menjadi solusinya. Harmoni bisa didownload di http://m.onelink.ly/832d0822.

Dengan aplikasi Harmoni, anak-anak bisa memilih bernyanyi bersama animasi karakter binatang lucu, atau membuat rekaman video nyanyian mereka sendiri lalu membagikannya ke Facebook.

Labels

life (37) hobby (22) movie (21) review (20) GRE (16) poem (12) study (12) work (11) game (8) social (8) translation (7) business (6) dream (6) economy (6) novel (6) music (5) Facebook (3) friendship (3) linguistics (3) manga (3) marketing (3) self-actualization (3) IELTS (2) language (2) money (2) culture (1) gender (1) leadership (1) literature (1) name (1) peace (1)